Kedua, KAMMI diharapkan membantu pemerintah melahirkan lebih banyak inovator, perusahaan rintisan (startup), dan wirausaha baru di Indonesia.
Ketiga, kader KAMMI perlu mengambil bagian dalam mempercepat pemahaman dan kesiapan generasi muda memasuki dunia kerja melalui pelatihan berbasis kebutuhan industri, pengembangan laboratorium solusi, serta pemberdayaan potensi lokal di daerah masing-masing.
Keempat, mahasiswa tidak boleh hanya berkutat pada persoalan sosial dan politik, tetapi juga harus mampu mengambil peran dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.
Menurut Yassierli, mahasiswa dan organisasi kepemudaan memiliki potensi besar menjadi bagian dari solusi berbagai tantangan pembangunan, terutama dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompetitif dan menciptakan peluang ekonomi baru.
Pembukaan Muktamar KAMMI XIV turut dihadiri Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan RI, anggota DPR RI Sadiah Uluputty, Wakil Ketua DPRD Maluku sekaligus Ketua KAMMI Maluku Asis Sangkala, unsur Forkopimda Maluku, perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Wakil Wali Kota Ambon, Wakil Rektor UIN A.M. Sangadji, Ketua Pengurus Pusat KAMMI, pimpinan organisasi kepemudaan, serta peserta Muktamar KAMMI XIV.
Pemerintah Provinsi Maluku berharap Muktamar KAMMI XIV tidak sekadar menjadi agenda konsolidasi organisasi, tetapi juga menjadi ruang pertukaran gagasan dan perumusan rekomendasi strategis dari kalangan mahasiswa untuk memperkuat persatuan, mendorong pembangunan, serta mewujudkan Maluku yang aman, damai, maju, dan sejahtera. (RED)



