AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia melontarkan peringatan keras kepada pihak-pihak yang diduga berupaya mengganggu soliditas internal partai melalui penyebaran isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub).
Bahlil bahkan mengaku telah mengantongi identitas kelompok di balik beredarnya poster atau flyer yang memuat informasi rencana Munaslub Partai Golkar. Ia menyebut informasi tersebut sebagai kabar bohong yang sengaja dimainkan untuk memecah belah partai.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi itu menyebut pihak di balik penyebaran poster tersebut sebagai penipu atau dalam istilah bahasa Maluku disebut abuleke.
“Abuleke kelas tinggi lagi ini. Kamu pikir saya orang kampung tidak ngerti? Om paham, om paham sekali. Om suka itu. Kanda paham. Kanda paham,” kata Bahlil dalam sambutannya pada pelantikan DPD I Partai Golkar Maluku di Kota Ambon, Sabtu (7/11/2026).
Pernyataan keras Bahlil tersebut muncul di tengah beredarnya isu keretakan internal Golkar, termasuk tudingan yang mengaitkan dirinya dengan dugaan penyadapan terhadap Presiden Prabowo Subianto yang menyeret kelompok Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Bahlil hadir di tanah kelahirannya, Maluku, didampingi Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar M. Sarmuji dan Wakil Ketua Umum Wihaji.
Dalam pidato sekitar 42 menit, Bahlil mengingatkan adanya pihak-pihak yang diduga menggunakan strategi divide et impera atau politik adu domba untuk merusak persatuan dan soliditas Partai Golkar.
Ia menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi berbagai manuver politik yang berpotensi mengganggu stabilitas organisasi. “Jangan coba main-main, om tahu caranya,” tegasnya.
Bahlil juga meminta seluruh kader tidak mudah terpancing isu yang berkembang. Ia menekankan pentingnya loyalitas terhadap pimpinan dan partai sebagai fondasi menjaga keutuhan organisasi.
“Jadi kalau kita bawahan, taat sama atasan, loyalitas sama atasan, totalitas. Dan itu adalah ciri kita orang (bagian Indonesia) Timur, bukan ciri pengkhianat. Kita enggak ada itu pengkhianat dalam diri kita,” ujarnya.



