Selanjutnya INPEX akan membuka tahapan rekrutmen bagi masyarakat MBD. Kesempatan kerja tersebut akan disesuaikan dengan jadwal, kebutuhan tenaga kerja, serta tahapan pelaksanaan proyek.
Pemkab MBD menyambut baik rencana tersebut dan akan terus membangun komunikasi dengan INPEX agar informasi mengenai jadwal, persyaratan, serta kebutuhan tenaga kerja bagi masyarakat MBD dapat disampaikan secara terbuka dan tepat waktu.
Bupati Noach menegaskan keterlibatan masyarakat MBD dalam Proyek LNG Abadi Masela perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya masyarakat tidak hanya diharapkan menjadi penerima dampak dari keberadaan proyek, tetapi juga harus memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi dan mendapatkan manfaat ekonomi dari PSN tersebut.

Kesempatan itu dapat diwujudkan melalui lapangan pekerjaan, pengembangan keterampilan, maupun peluang usaha dan ekonomi lainnya yang terbuka seiring dengan perkembangan proyek.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab MBD memperkuat koordinasi dengan INPEX sekaligus memastikan perkembangan Proyek LNG Abadi Masela dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Maluku, khususnya masyarakat MBD.
Disoroti DPRD Maluku
Sebelumnya, Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias menyoroti lowongan rekrutmen tenaga kerja untuk penempatan pada INPEX Project di KKT.
Menurut Anos pertanyaan ini penting karena Pemerintah Provinsi Maluku melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi sebelumnya menyatakan bahwa tenaga kerja lokal dari KKT dan Kabupaten MBD menjadi prioritas dalam penyerapan tenaga kerja proyek LNG Abadi Masela. Pemprov juga mendorong penerapan zonasi tenaga kerja bagi masyarakat di wilayah terdampak dan sekitar proyek.
Bahkan lanjut Anos, Pemprov Maluku pada 23 September 2026 kembali menegaskan manfaat PSN itu Masela harus dirasakan masyarakat melalui kesempatan kerja, peningkatan kompetensi tenaga kerja dan penguatan ekonomi lokal, dengan proses rekrutmen yang transparan dan berbasis kompetensi.




