banner 728x250

Kader Partai Hanura Dikeroyok Orang Dekat Wakil Gubernur Maluku

  • Bagikan
KADER PARTAI
Fenly Likumahua, anggota Brigade DPD Partai Hanura Maluku korban pengeroyokan di rumah dinas wakil gubernur Maluku menjalani perawatan di RS Bhayangkara Ambon. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Fenly Likumahua, anggota Brigade DPD Partai Hanura Maluku babak belur menjadi korban pengeroyokan.

Dia dikeroyok belasan orang yang diduga merupakan keluarga dekat Wakil Gubernur Maluku Barnabas Orno. Korban kini menjalani perawatan di rumah sakit Bhayangkara Ambon akibat luka yang dideritanya.

Pengeroyokan terjadi ketika korban hendak pulang ke rumah usai merayakan malam pergantian tahun di rumah dinas Wagub Maluku di kawasan Karang Panjang, Ambon, Minggu (1/1/2023).

Dihajar gerombolan pelaku pengurus DPC Partai Hanura kota Ambon ini luka memar di bagian tubuh, luka robek di bagian kepala hingga pendarahan di telinga.

Komandan Brigade DPD Hanura Maluku Hasan Ilihelu menduga pelaku pengeroyokan korban merupakan orang-orang dekat Wagub Barnabas Orno.

“Kejadiannya di rumah dinas wakil gubernur pada pukul 05.30 WIT. Indikasinya semua pelaku itu keluarga dekat wakil gubernur Maluku,” kata Hasan kepada sentraltimur.com, Selasa (3/1/2023).

Hasan menuturkan, korban datang ke tempat kejadian perkara untuk merayakan malam pergantian tahun atas ajakan teman perempuannya. Adapun teman wanita korban kenal dengan seorang anggota Satpol PP yang bertugas di kediaman Wagub.

“Jadi dia datang karena diajak oleh teman perempuannya yang kenal dengan anggota Satpol PP yang saat itu bertugas di kediaman wagub,” ujarnya.

Setelah merayakan malam tahun baru, korban berpamitan pulang pagi harinya. Namun saat akan pergi, korban dipukul dari bagian belakang kepala dan kemudian diserang sekelompok orang.

Belasan pelaku yang menganiaya korban dalam keadaan mabuk. “Tanpa alasan dia langsung dipukul. Ada sekitar 15 orang yang melakukan penganiayaan terhadap korban,” kisah Hasan mengutip penjelasan korban.

Setelah mendengar kejadian itu, dia bersama orangtua korban menuju rumah dinas Wagub untuk mengecek kondisi korban. Dan benar saja, korban telah babak belur dianiaya. “Mereka semua mabuk. Saya dan orangtua korban ke rumah dinas wagub pukul 06.00 WIT itu mereka masih mabuk di situ,” katanya.

Korban selanjutnya dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum dan dirawat di rumah sakit Bhayangkara Ambon. “Setelah visum kita membuat laporan di Polresta Ambon agar kasus ini diproses sesuai hukum yang berlaku,” katanya.

Kawal Proses Hukum

Ketua Bidang Hukum DPD Partai Hanura Maluku, M. Nur Nurlatu menegaskan DPD Partai Hanura Maluku akan mengawal proses hukum kasus tersebut hingga semua pelaku diseret ke pengadilan mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Proses hukum kasus ini akan kita kawal hingga tuntas,” tegas Nur.

  • Bagikan