banner 728x250

Sekda Dibidik Dua Kasus Korupsi, Murad Manuver Usulkan Jadi Pj Gubernur Maluku

  • Bagikan
MURAD GUBERNUR
Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie. (FOTO: ISTIMEWA)
banner 468x60

AMBON, SENTRALTIMUR.COM – Tak sampai dua pekan, tepatnya 10 hari lagi, Murad Ismail dan Barnabas Orno purnatugas dari jabatan gubernur dan wakil gubernur Maluku.

Murad dan Barnabas akan mengakhiri tugasnya setelah lima tahun memimpin Maluku pada 24 April 2024.

Sebelum lengser dari jabatan, Murad kabarnya cawe-cawe pengisian penjabat gubernur Maluku. Nama Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie diusung Murad sebagai calon Pj gubernur Maluku.

Dukungan terhadap “jagonya” Murad sampaikan saat menghadiri undangan halal bihalal di Kantor Wilayah Kementerian Agama Maluku, Jumat (12/4/2024). Murad hadir bersama sejumlah pimpinan OPD lingkup Pemprov Maluku.

Usai acara halal bihalal, Murad mengajak pimpinan OPD menghadiri perayaan ulang tahun Nita bin Umar, istri Sadali Ie. “Mari katong (kita) hadiri ulang tahun ibu Nita, Sekda akan jadi Penjabat Gubernur Maluku,” kata sumber mengutip ucapan Murad kepada sentraltimur.com, Sabtu (13/4/2024).

Sumber memastikan bahwa Sadali akan menjabat Pj gubernur Maluku bukan candaan, tapi hal serius yang diucapkan Murad dihadapan pimpinan OPD. “Ketika Pak gubernur mengatakan Pak Sekda akan menjadi Pj gubernur, pimpinan OPD dan ASN yang hadir mengucapkan amin,” kata dia.

Nama Sadali mendadak diusulkan Murad sebagai Pj gubernur di saat injury time berakhirnya masa jabatan gubernur dan wakil gubernur Maluku. Proses usulan nama Pj gubernur dari Mendagri ke Presiden sudah masuk tahap akhir.

Keinginan Murad kembali berlaga di pemilihan gubernur-wakil gubernur Maluku pada 27 November 2024, menjadi pertimbangan nama Sadali diusulkan sebagai Pj gubernur. Bukan rahasia lagi, jika Sadali menjadi Pj gubernur akan memuluskan langkah Murad memenangkan Pilgub Maluku.

Menariknya, nama Sadali tidak masuk dalam bursa calon Pj gubernur Maluku yang diusulkan DPRD Maluku ke Presiden melalui Mendagri. Tiga nama yang diusulkan adalah Mayjen TNI Dominggus Pakel (Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi Badan Siber dan Sandi Negara), Prof Zainal Abidin Rahawarin (Rektor IAIN Ambon) dan Jufri Rahman (Staf Ahli Menpan RB). 

Informasi yang diperoleh sentraltimur.com, Murad melancarkan manuver untuk meloloskan Sadali sebagai Pj gubernur melalui “pintu belakang”. Murad menggunakan jalur partai politik. Dia diduga melobi salah satu pimpinan partai politik yang akrab dengan Presiden Joko Widodo.

Penunjukan Pj gubernur Maluku oleh Presiden ini bertujuan untuk memastikan pemerintahan di daerah berjalan dengan baik hingga Pilkada serentak tahun 2024.

Tapi Murad seakan tidak peduli, meski Sadali dibidik dua kasus dugaan korupsi yang bergulir di Kejaksaan Tinggi Maluku, namun tetap diusulkan sebagai Pj gubernur.

Rencananya, Murad berangkat ke Jakarta, Minggu (14/4/2024) untuk melobi pimpinan Parpol tersebut.  

Hingga berita ini tayang, Murad belum berhasil dihubungi. Sementara Sadali yang dikonfirmasi belum membalas pesan whatsapp yang dilayangkan sentraltimur.com, Sabtu malam.

Dua Kasus Korupsi

Kejati Maluku membidik Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Sadali Ie dalam kasus dugaan korupsi. Sadali sempat dipanggil untuk dimintai klarifikasi oleh tim jaksa pada Oktober 2023, tapi mangkir.

  • Bagikan