JAKARTA, SENTRALTIMUR.COM – Gubernur Maluku Murad Ismail menantang duel warga saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Buru. PDIP bakal memperhalus gaya atau style kepemimpinan Murad untuk melayani masyarakat.
“Ini kan baru kata-kata, kan belum tindakan, betul? Kata-kata bisa dihukum kalau, ada kalaunya ini, tapi kata-kata kayak gini belum bisa dihukum. Terutama belum ada tindakan. Kecuali kalau dikau tak (saya) marah-marahi, kemudian saya caci maki, lu boleh nuntut saya, itu delik aduan,” kata Ketua Bappilu PDIP Bambang Wuryanto di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (12/7/2022).
PDIP akan mengajak Murad membahas ajakan duel warga di Maluku. Menurut PDIP, Murad tak diperkenankan mengajak duel masyarakat.
Bakal Rubah Gaya Murad
“Tentu kita akan bicara dengan Pak Murad sebagai Ketua DPD (PDIP), dia bukan hanya gubernur, dia ketua DPD. Bahwa Pak Murad tentu saja tidak bisa bersikap kayak begitu. Kalau perkelahian, apalagi nantang duel, nantang duel itu kan perkelahian, ya toh,” ujar politisi PDIP yang akrab disapa Bambang Pacul ini.
PDIP, kata Pacul, memahami gaya Murad Ismail yang merupakan mantan Komandan Korps (Dankor) Brimob. Hal itu, menurut Pacul, menjadi karakter pribadi Murad.
“Tetapi kita pahami, Pak Murad (mantan) Dankor Brimob. Ya itu jenis karakter. Jadi kalau ada bunyi-bunyian goblok atau apa, marah. ‘Ayo kelahi saja’, misalnya. Itu tapi belum jadi tindakan, jadi tidak bisa dihukum, tetapi sebagai kepala daerah khususnya harus memberikan pengayoman, konsepnya kan begitu,” ujar Pacul menukil detik.com.




